Sebanyak 371 peserta didik baru mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Koramil Kota Kudus, yang dipimpin langsung oleh Bapak Tri Tunggal, selaku Babinsa setempat, bersama dengan lima anggota TNI lainnya.
Konsep kegiatan dirancang menyerupai pelatihan militer dasar dengan sistem karantina penuh di sekolah, di mana para peserta dan tim TNI menginap serta melakukan seluruh aktivitas di lingkungan sekolah selama pelatihan berlangsung. Selama dua hari tersebut, seluruh rangkaian kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada pihak TNI, yang tetap berada di sekolah secara intensif tanpa meninggalkan lokasi.
Meski mengusung tema wawasan bela negara, kegiatan ini tidak semata-mata berfokus pada materi militer. Penanaman karakter dan kedisiplinan menjadi poin utama dalam pelaksanaan. Ketepatan waktu dalam seluruh aspek kehidupan peserta menjadi perhatian serius: jadwal mandi, makan, tidur, hingga ibadah wajib dipatuhi dengan ketat, mencerminkan pentingnya manajemen waktu dalam pembentukan karakter.

Tak hanya itu, ibadah salat lima waktu juga menjadi bagian yang sangat ditekankan, sebagai bentuk pembinaan spiritual dan moral yang menyatu dalam kegiatan.
Untuk mendukung pelatihan fisik dan baris-berbaris, sebagian kegiatan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah, salah satunya di lapangan sepak bola Jepang, yang menjadi lokasi latihan baris-berbaris dengan medan terbuka.
Kepala SMK Bhakti, Bapak Amir Abdul Majid, menegaskan pentingnya kegiatan ini:
“Kami ingin membentuk siswa-siswi yang berkarakter kuat, memiliki kedisiplinan tinggi, serta rasa tanggung jawab yang besar. Melalui kegiatan ala militer ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai bela negara dan pembiasaan hidup teratur sejak dini.”
Sementara itu, Bapak Tri Tunggal, Babinsa yang memimpin kegiatan, menambahkan:
“Kegiatan ini bukan hanya soal fisik, tapi lebih kepada pembentukan mental, disiplin, dan spiritual. Kami ingin membentuk kebiasaan baik yang nantinya akan terbawa dalam kehidupan belajar mereka di sekolah.”
Dari panitia penyelenggara, Bapak Najib menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi inovasi penting dalam MPLS:
“Kami menghadirkan pengalaman yang berbeda dan bermakna. Disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan menjadi nilai inti dari kegiatan ini. Tidak hanya dalam kegiatan formal, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan selama dua hari itu.”
Melalui kegiatan ini, SMK Bhakti menegaskan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, disiplin, dan memiliki nilai-nilai kebangsaan dan religiusitas yang kokoh.
Tinggalkan Komentar